2014 blog in review


WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog tercinta ini. Berikut laporannya :

Berikut ini kutipannya:

Satu kereta gantung di San Francisco mengangkut 60 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 1.600 kali di 2014. Jika itu adalah kereta gantung, dibutuhkan sekitar 27 perjalanan untuk mengangkut orang sebanyak itu.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Advertisements

MENSYUKURI NERAKA..


heaven-and-hell

Ini adalah tulisan Gede Prama yang coba saya kutip untuk lebih menyelam dalam terhadap makna. Bukan untuk sok-sok an, tapi hanya sebagai perenungan akan konsepsi kehidupan saja.

Entah kapan dimulai, dan siapa yang memulainya tidaklah terlalu jelas. Yang jelas, ada banyak sekali manusia yang amat rindu akan surga dan amat takut sama neraka. Dari anak kecil sampai orang tua, dari orang desa sampai orang kota, kebanyakan rindu surga dan takut neraka.

Jujur harus diakui, sayapun pernah lama dilanda kerinduan dan ketakutan semacam itu. Cuman, setelah menelusuri lorong-lorong kehidupan dengan kedalaman kontemplasi tertentu, rupanya kita manusia sudah terlalu lama manja dengan buaian surga, dan dibuat takut oleh ancaman neraka. Untuk kemudian kehilangan dua kesempatan emas dalam hidup. Kesempatan emas pertama, manusia kehilangan kekuatan amat besar yang bernama keikhlasan. Kesempatan emas kedua, justru melalui tempaan-tempaan neraka yang ditakuti (baca : masalah) kemudian manusia jadi kuat dan hebat.

baca selengkapnya…..

THE ROAD NOT TAKEN.. (JALAN YANG JARANG DILALUI)


THE ROAD NOT TAKEN.. ~ Robert Frost

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both,
And be one traveler, long I stood,
And looked down one as far as I could,
To where it bent in the undergrowth.

Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear,
Though as for that the passing there,
Had worn them really about the same.

And both that morning equally lay,
In leaves no step had trodden black,
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh,
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I…
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

Puisi diatas adalah puisinya Robert Frost yang sangat terkenal. Judulnya “The Road Not Taken”. Terjemahan versi saya nya: “Jalan yang jarang dilalui orang”.. Puisi ini bagi saya pribadi sangat menguatkan, bahwa betapa pentingnya sebuah pilihan. Bait-bait puisi terakhirnya itu telah begitu banyak menginspirasi orang luar biasa di dunia ini untuk tampil beda. Tampil beda untuk tidak mengikuti arus orang kebanyakan dalam menggapai kesuksesan. Berani beda dalam mengambil jalan yang biasa dilalui orang kebanyakan. Beda dalam menemukan cara, sudut pandang dan jalan fikirannya, untuk dapat dijadikan sarana mendedikasikan eksistensinya. Beberapa Entrepreneur yang saya kenal, faham betul makna “The Road Not Taken” ini. Terkadang mereka meledeknya dengan kata ini : You laugh at me because I’m different. I laugh at you because you’re all the same.. hahaha..

Robert Frost.. Penyair terkenal Amerika yang lahir tahun 1874 dan wafat tahun 1963. Untuk menghargai karya-karya nya, baca selengkapnya

Cerita dari Ujung Genteng.. ( 2-Habis )


Pagi itu saya bangun. Ada suara yang memberitahu dari sebelah kanan kalo ini sudah pagi. Tapi seperti biasanya, susah rasanya untuk beranjak dari tempat tidur di pagi hari. Apalagi kalau harus menanggalkan selimut tebal yang nyaman itu. Doh!! Tapi setelah dengan agak sedikit bersabar mengumpulkan nyawa, akhirnya saya bisa bangun juga. Harapannya satu: Segera menjamah lebih intim keindahan pantai Ujung Genteng ini!!

Karena plesiran ini tanpa persiapan yang matang, saya jadi tak sempat prepare perlengkapan saya sendiri. Bahkan pakaian pun, saya cuma bawa satu celana pendek yang diambil secara acak dari kamar. Itupun celana lungsuran adik saya. Jadilah saya seorang pramuka yang harus pandai mengatur baju di badan agar tetap terlihat good looking dan tidak kumel. Untungnya juga sewaktu mahasiswa, saya hobi naik gunung. Jadi sudah ndak kaget lagi menghadapi keadaan yang minim perlengkapan. Dengan berbekal gambar-gambar tentang keindahan panorama pantai ujung genteng yang di print saat detik-detik sebelum keberangkatan, petualangan pun dimulai..

Sebelumnya, saya menyempatkan diri untuk memesan kopi di warung dekat bibir pantai sembari mengorek informasi. Setelah 5 menit mengobrol, saya baru ngeh kalau yang saya ajak ngobrol ini ternyata orang yang saya kenal baca selengkapnya…..

Cerita dari Ujung Genteng.. ( 1 )


Saya suka mencoba sesuatu yang baru. Termasuk ketika ada info ada pantai baru berpasir putih, belum terjamah banyak orang dan katanya eksotis. Namanya saja mencoba, saya siap dengan dua kemungkinan: kekurangan dan kelebihan.

Saya tidak akan komplain kalau saja menemukan kekurangan. Saya sendiri sudah beberapa kali mendirikan usaha, juga selalu mengecewakan konsumen, stake holder dan banyak orang setiap kali usaha itu mulai berjalan. Lama-lama kekurangan itu dikoreksi dan akhirnya menjadi baik. Dalam hidup pun, kita harus berani melakukan perjalanan. Baik dan jelek. Tanpa perjalanan, tidak akan ada beragam pemandangan dan pengalaman yang bisa diceritakan.. Dan sebuah pribadi yang miskin kisah perjalanan, tentu tidak menarik untuk diajak ngobrol sambil berlambat – lambat minum kopi.. ;p baca selengkapnya…..

JUDGE


Sambil minum kopi dan menyulut sebatang rokok, teman saya mengajukan pertanyaan kepada saya. Untuk sekedar tahu, teman saya ini cara pandangnya suka nyleneh dan biasanya filosofis.. Maklum.. Disamping seneng filsafat, umurnya juga sudah kepala tiga.. ;p

Kalo dia sudah mau cerita, saya biasanya nyruput kopi sambil cengar-cengir saja, sesekali menimpali.. Dan saya tahu, dia itu orangnya wagu.. Tapi cara ceritanya mengalir lancar, jujur, dan bagian akhirnya kerap tak terduga. Padangannya tentang sesuatu selalu mencengangkan.. Dan biasanya kalo sudah seperti itu, saya bisa lupa sudah nyruput berapa gelas kopi dan berapa batang rokok sambil ngobrol ngalor-ngidul.. hahaha..

Dia tanya dua pertanyaan yang cukup menarik tapi yang pasti juga menambah kerutan pada dahi saya.. Karena biasanya pernyataannya itu sederhana namun ekstensial..

Dia mulai mendongeng.. baca selengkapnya…..

ADOLF HITLER -IN OTHER PERSPECTIVE-


Di mana-mana sosok Hitler memang digambarkan kejam dan diktator tidak berperikemanusiaan, tapi benarkah itu? ini lah fakta-fakta lain yang mungkin belum semuanya tahu.

* Bercita-cita jadi seorang Pelukis/Seniman. Tetapi Ayahnya ingin dia jadi Pegawai Negeri sehingga dia dipukuli terus menerus dan dimasuki ke sekolah akademik dan bukan seni.

*Ibunya selalu menginginkan yang terbaik buat Hitler dan memberikan kasih sayang yang besar untuk Hitler. baca selengkapnya…..