<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DIMAS PRASETYO</title>
	<atom:link href="http://dimasprasetyo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com</link>
	<description>I Luv U Full...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Dec 2011 15:39:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dimasprasetyo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/98bafd58e688d283e79dff54168f78b4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>DIMAS PRASETYO</title>
		<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dimasprasetyo.wordpress.com/osd.xml" title="DIMAS PRASETYO" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dimasprasetyo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>THE ROAD NOT TAKEN.. (JALAN YANG JARANG DILALUI)</title>
		<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/10/27/the-road-not-taken-jalan-yang-jarang-dilalui/</link>
		<comments>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/10/27/the-road-not-taken-jalan-yang-jarang-dilalui/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 19:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimas Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasprasetyo.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[THE ROAD NOT TAKEN.. ~ Robert Frost Two roads diverged in a yellow wood, And sorry I could not travel both, And be one traveler, long I stood, And looked down one as far as I could, To where it bent in the undergrowth. Then took the other, as just as fair, And having perhaps [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=211&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/road02.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/road02.jpg?w=139&#038;h=300" alt="" title="road02" width="139" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-212" /></a>THE ROAD NOT TAKEN.. ~ Robert Frost</p>
<p>Two roads diverged in a yellow wood,<br />
And sorry I could not travel both,<br />
And be one traveler, long I stood,<br />
And looked down one as far as I could,<br />
To where it bent in the undergrowth.</p>
<p>Then took the other, as just as fair,<br />
And having perhaps the better claim,<br />
Because it was grassy and wanted wear,<br />
Though as for that the passing there,<br />
Had worn them really about the same.</p>
<p>And both that morning equally lay,<br />
In leaves no step had trodden black,<br />
Oh, I kept the first for another day!<br />
Yet knowing how way leads on to way,<br />
I doubted if I should ever come back.</p>
<p>I shall be telling this with a sigh,<br />
Somewhere ages and ages hence:<br />
Two roads diverged in a wood, and I&#8230;<br />
I took the one less traveled by,<br />
And that has made all the difference.</p>
<p>Puisi diatas adalah puisinya Robert Frost yang sangat terkenal. Judulnya &#8220;The Road Not Taken&#8221;. Terjemahan versi saya nya: &#8220;Jalan yang jarang dilalui orang&#8221;.. Puisi ini bagi saya pribadi sangat menguatkan, bahwa betapa pentingnya sebuah pilihan. Bait-bait puisi terakhirnya itu telah begitu banyak menginspirasi orang luar biasa di dunia ini untuk tampil beda. Tampil beda untuk tidak mengikuti arus orang kebanyakan dalam menggapai kesuksesan. Berani beda dalam mengambil jalan yang biasa dilalui orang kebanyakan. Beda dalam menemukan cara, sudut pandang dan jalan fikirannya, untuk dapat dijadikan sarana mendedikasikan eksistensinya. Beberapa Entrepreneur yang saya kenal, faham betul makna &#8220;The Road Not Taken&#8221; ini. Terkadang mereka meledeknya dengan kata ini : You laugh at me because I’m different. I laugh at you because you’re all the same.. hahaha..</p>
<p>Robert Frost.. Penyair terkenal Amerika yang lahir tahun 1874 dan wafat tahun 1963. Untuk menghargai karya-karya nya, <span id="more-211"></span>Presiden Amerika pun, waktu itu Kennedy, sampe-sampe memberikan pidato yang menyentuh pada pembukaan Robert Frost Library: &#8220;Ketika kekuasaan menyeret manusia ke arah arogansi, puisi mengingatkan bahwa manusia punya keterbatasan.. Ketika kekuasaan mendangkalkan area kepedulian, puisi mengingatkan bahwa eksistensi manusia itu kaya dan beragam.. Ketika kekuasaan menyimpang, puisi membersihkannya..&#8221;  Hmmm.. Saya membayangkan seandainya Pak Beye membacakan hal seperti ini saat peresmian Library nya Chairil Anwar atau Rendra, pasti akan sangat mengagumkan sekali. Tapi nampaknya kita diajari untuk tidak terlalu berharap banyak, meskipun mungkin.</p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/hot-summer-wallpaper-1024x768-1009119.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/hot-summer-wallpaper-1024x768-1009119.jpg?w=390&#038;h=292" alt="" title="hot-summer-wallpaper-1024x768-1009119" width="390" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-213" /></a><br />
Gandhi pun pernah menjentikkan kalimat sakti: &#8220;Jadilah seseorang yang paling kamu inginkan di dunia ini!!&#8221;.. Akan tetapi, apapun pilihan hidup masa depan itu, barangkali tetap tersisa satu hal yang layak dicatat : Pilihan itu sebaiknya lah didasari oleh Passion.. Ya, passion.. Atau gairah yang membuncah. Atau rajutan tekad yang menghujam di hati. Karena dengan tahu passion dan tujuan hidup yang paling kita inginkan, itu akan menguatkan hati untuk memilih jalan mana yang sesuai dengan spirit kita. Tidak perduli bila hanya kita seorang diri yang melaluinya. Sebab tanpa passion, jiwa hanyalah udara yang hampa, dan raga nampak seperti kerangka yang tanpa makna.</p>
<p>Life is too short my friends, and you know what, setelah itu kita semua akan mati. Sebab itu, mungkin yang tersisa adalah sejumput kesia-sia an jika sepanjang hidup, kita hanya melakoni pekerjaan yang full of bullshit. Dan bukan menekuni pekerjaan yang menjadi passion kita, tempat dimana kita bisa mereguk secangkir kebahagiaan sejati. Tempat dimana kita selalu tak sabar menunggu hari esok tiba – karena setiap hari selalu dihiasi oleh “the beauty of meaningful work and life”.</p>
<p>Kalau kita mau menyelam lebih dalam lagi, kita akan menemukan fakta bahwa di dalam hasrat manusia, ada sebuah kekuatan kerinduan yang bisa mengubah kabut menjadi matahari. Dan, orang yang punya passion selalu percaya bahwa they create their own destiny (tentu dengan restu dari Yang Diatas). Mereka selalu percaya bahwa merekalah yang paling bertanggungjawab untuk merajut masa depan dan nasib hidup mereka sendiri. Bukan orang lain..</p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/blog-two-roads-picture.png"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/blog-two-roads-picture.png?w=390&#038;h=277" alt="" title="blog-two-roads-picture" width="390" height="277" class="aligncenter size-full wp-image-214" /></a><br />
Ya, dan tentu saja akan selalu ada kegagalan. Tapi toh dalam lingkaran jatuh dan bangun itu, hidup akan terus dijalankan. Kita terus berproses dan bertumbuh “menjadi manusia”. Becoming a &#8220;true person&#8221;.. Mereka selalu berprinsip: &#8220;Untuk menyelesaikan hal yang mungkin, aku akan kerjakan sendiri. Untuk hal yang sulit, aku akan minta bantuan orang lain. Dan untuk menyelesaikan hal yang tidak mungkin, aku akan minta campur tangan Tuhan&#8221;.. Dan sungguh tidak ada tempat untuk terus menerus menyalahkan lagi. Sebab, mengutuk keadaan hanyalah cermin dari sebuah sikap yang tak mau menerima tanggungjawab penuh akan nasib diri sendiri. Seorang optimis memandang pada bunga mawar saja, bukan pada durinya. Seorang pesimis merenungi duri, dan acuh tak acuh pada bunganya..</p>
<p>We MUST know who we are, We MUST know what we want. That&#8217;s what I called consciousness of a man..</p>
<p>Dan bait terakhir karya Frost itu, kalau diterjemahkan kira-kira seperti ini :</p>
<p>” Ada dua jalan dihutan, dan aku&#8230;.<br />
Aku memilih jalan yang jarang dilalui..<br />
Dan itu sungguh mengubah segalanya.. “</p>
<p>Robert Frost ” The Road not taken&#8221; (1874-1963)</p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/tumblr_l6hgdhn4ib1qba2doo1_500.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/tumblr_l6hgdhn4ib1qba2doo1_500.jpg?w=390&#038;h=258" alt="" title="tumblr_l6hgdhN4iB1qba2doo1_500" width="390" height="258" class="aligncenter size-full wp-image-215" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://dimasprasetyo.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasprasetyo.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasprasetyo.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasprasetyo.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasprasetyo.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasprasetyo.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasprasetyo.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasprasetyo.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasprasetyo.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasprasetyo.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasprasetyo.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasprasetyo.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasprasetyo.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasprasetyo.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasprasetyo.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=211&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/10/27/the-road-not-taken-jalan-yang-jarang-dilalui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a50af1e75b2de25e7a789c9bab85dd1b?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Prass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/road02.jpg?w=139" medium="image">
			<media:title type="html">road02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/hot-summer-wallpaper-1024x768-1009119.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hot-summer-wallpaper-1024x768-1009119</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/blog-two-roads-picture.png" medium="image">
			<media:title type="html">blog-two-roads-picture</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/tumblr_l6hgdhn4ib1qba2doo1_500.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tumblr_l6hgdhN4iB1qba2doo1_500</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita dari Ujung Genteng.. ( 2-Habis )</title>
		<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/10/19/cerita-dari-ujung-genteng-2-habis/</link>
		<comments>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/10/19/cerita-dari-ujung-genteng-2-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 04:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimas Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasprasetyo.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu saya bangun. Ada suara yang memberitahu dari sebelah kanan kalo ini sudah pagi. Tapi seperti biasanya, susah rasanya untuk beranjak dari tempat tidur di pagi hari. Apalagi kalau harus menanggalkan selimut tebal yang nyaman itu. Doh!! Tapi setelah dengan agak sedikit bersabar mengumpulkan nyawa, akhirnya saya bisa bangun juga. Harapannya satu: Segera menjamah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=196&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61860_1647273504428_1314645116_1734392_93047_n1.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61860_1647273504428_1314645116_1734392_93047_n1.jpg?w=390&#038;h=292" alt="" title="61860_1647273504428_1314645116_1734392_93047_n" width="390" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-197" /></a></p>
<p>Pagi itu saya bangun. Ada suara yang memberitahu dari sebelah kanan kalo ini sudah pagi. Tapi seperti biasanya, susah rasanya untuk beranjak dari tempat tidur di pagi hari. Apalagi kalau harus menanggalkan selimut tebal yang nyaman itu. Doh!! Tapi setelah dengan agak sedikit bersabar mengumpulkan nyawa, akhirnya saya bisa bangun juga. Harapannya satu: Segera menjamah lebih intim keindahan pantai Ujung Genteng ini!!</p>
<p>Karena plesiran ini tanpa persiapan yang matang, saya jadi tak sempat prepare perlengkapan saya sendiri. Bahkan pakaian pun, saya cuma bawa satu celana pendek yang diambil secara acak dari kamar. Itupun celana lungsuran adik saya. Jadilah saya seorang pramuka yang harus pandai mengatur baju di badan agar tetap terlihat good looking dan tidak kumel. Untungnya juga sewaktu mahasiswa, saya hobi naik gunung. Jadi sudah ndak kaget lagi menghadapi keadaan yang minim perlengkapan. Dengan berbekal gambar-gambar tentang keindahan panorama pantai ujung genteng yang di print saat detik-detik sebelum keberangkatan, petualangan pun dimulai..</p>
<p>Sebelumnya, saya menyempatkan diri untuk memesan kopi di warung dekat bibir pantai sembari mengorek informasi. Setelah 5 menit mengobrol, saya baru ngeh kalau yang saya ajak ngobrol ini ternyata orang yang saya kenal <strong> <span id="more-196"></span> </strong> waktu masih kerja dulu. Maklum, karena sudah lama tidak bersua, saya pangling. Beliau kebetulan sedang piknik juga bersama anak-anaknya disini. Tapi karena anaknya besok harus siap-siap untuk sekolah, beliau memutuskan untuk pulang pagi ini. </p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/60114_1647259264072_1314645116_1734376_2028194_n.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/60114_1647259264072_1314645116_1734376_2028194_n.jpg?w=390&#038;h=292" alt="" title="60114_1647259264072_1314645116_1734376_2028194_n" width="390" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-198" /></a></p>
<p>Dari beliau, saya dapat 2 informasi penting. Pertama, informasi tentang jalan ke penangkaran penyu dan pantai pasir putih yang sangat eksotis bernama pantai pangumbahan. Kedua, villa yang berada di dekat pantai sebelah kanan dengan pemandangan indah itu adalah milik seorang dokter gigi yang kebetulan saya kenal dengan baik juga. Beliau juga cerita, kalau bulan lalu, si dokter gigi yang juga putrinya mantan bupati ini, baru saja menjanda!!. Suaminya meninggal di bunaken. Saya jadi teringat, kala dulu sering menemui bu dokter jelita ini, yang kebetulan pernah menjadi rekanan kerja saya. Usia nya masih sekitar 27-an, dandanan nya modis, raut mukanya enak dipandang, cara berfikirnya brilian, dan kalo ngomong, pilihan katanya memukau tapi berbobot. Dan satu lagi, dia itu anggun. ;p. Kepada saya, dia pernah cerita kalau rambutnya yang berombak indah itu di cat dengan Loreal nomor 520 warna Dark burgundy Brown. Ah, andaikan saja saya mendapatkan informasi kalau dia punya villa disini kemarin, pasti tadi malam saya sudah menginap di villa nya itu dengan previllege khusus.. hihihi..</p>
<p>Kembali ke pantai tadi. Setelah melalui sedikit offroad, akhirnya nyampe juga. Nama pantainya pangumbahan. Pantai Pangumbahan ini berjarak kurang lebih 5 km ke arah barat dari pantai Ujung Genteng. Kita akan disuguhi pemandangan tanaman bakau di kanan kiri jalannya. Sekitar 2 kilometer terakhir dari jalanan ini bergelombang dan berlubang. Saat melewatinya, kita akan terasa seperti sensasi naik kora-kora dan halilintar di dufan tapi dengan dosis sedang. Orang mabukan tidak direkomendasikan kesini karena bisa jackpot oleh goyangannya. Pantai pangumbahan ini elok bukan main.</p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61328_1647267224271_1314645116_1734382_3357027_n.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61328_1647267224271_1314645116_1734382_3357027_n.jpg?w=390&#038;h=292" alt="" title="61328_1647267224271_1314645116_1734382_3357027_n" width="390" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-199" /></a><br />
<a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/60283_1647270304348_1314645116_1734389_6857055_n.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/60283_1647270304348_1314645116_1734389_6857055_n.jpg?w=390&#038;h=240" alt="" title="60283_1647270304348_1314645116_1734389_6857055_n" width="390" height="240" class="aligncenter size-full wp-image-200" /></a></p>
<p>Barangkali, inilah pantai terindah yang pernah saya datangi. Meski kurang sempurna karena sunrise nya sedikit tertutup awan, tapi pantai ini layak direkomendasikan. Pasir putih yang ada di sini sangat lembut. Saya sendiri bisa merasakan sensasi lembutnya itu saat berjalan dengan kaki telanjang. Seperti tertusuk-tusuk bulatan kecil nan halus. Saking lembutnya, katanya kalau di malam hari kita akan mendapati penyu-penyu hijau naik ke pantai ini untuk bertelur. Airnya sangat jenih seperti air yang sudah ter destilasi. Persis di bibir tengah pantai ini, ada satu gunung karang sebesar Toyota Land Rover yang sangat cocok untuk foto-foto.</p>
<p>Dan tiba-tiba saja, saya pengen coba-coba jadi fotografer dadakan. Objek sudah mantap, view sudah dapet, dan beruntung saya punya 2 model yang bisa saya eksplorasi. Untuk sekedar tahu,  kedua model yang kebetulan cewek ini memang cukup layak kalau difoto. Dan anehnya, mereka punya kepribadian yang saling bertolak belakang. Yang satu tipe wanita  melankolis-plegmatis, satunya lagi koleris-sanguinis. Jadi, pas banget kalau saya mix kan dalam sebuah karya foto. Bak seorang fotografer professional, saya mengarahkan sang model ini dan mengambil angle yang pas. Ambilnya dari angle bawah dengan 2/3 Li, terus sedikit miring kekanan.. Itu sinar mataharinya kena juga sedikit. Dan Jepret!!! </p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/62503_1647268664307_1314645116_1734385_3760184_n.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/62503_1647268664307_1314645116_1734385_3760184_n.jpg?w=390&#038;h=292" alt="" title="62503_1647268664307_1314645116_1734385_3760184_n" width="390" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-201" /></a></p>
<p>Hasilnya kurang tajam ya? Hahaha..</p>
<p>Maklum, kamera yang saya pake ini cuma kamera BB ber resolusi  3,2 megapiksel dan tanpa pengaturan komposisi fotografi sama sekali. Dan juga, saya bukan fotografer professional sekelas Darwis Triadi, Ken Watanabe atau Jason Statham yang memang sudah terkenal itu. Kamera yang dipake mereka itu kamera kelas DSLR dengan resolusi diatas 10 megapiksel serta serba digital semua. Komposisi fotografi seperti shape, line, form, texture, color dan sebagainya tentu saja bisa diatur sedemikian rupa sesuai selera. Hakikatnya, foto itu adalah eksplorasi dan imajinasi. Namun jiwa yang keluar dari sebuah foto itu adalah milik sang fotografernya sendiri. Untungnya, foto saya ketolong dengan modelnya yang rada eye catching  itu. Mereka berdua memang mendeklarasikan dirinya bak Luna Maya dan Julie Estelle. Tapi kualitet nomor dua nya.. wkwkkwk..</p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/33635_1647269344324_1314645116_1734387_5538083_n.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/33635_1647269344324_1314645116_1734387_5538083_n.jpg?w=390&#038;h=262" alt="" title="33635_1647269344324_1314645116_1734387_5538083_n" width="390" height="262" class="aligncenter size-full wp-image-202" /></a><br />
<a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61355_1647269504328_1314645116_1734388_7719663_n.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61355_1647269504328_1314645116_1734388_7719663_n.jpg?w=390&#038;h=277" alt="" title="61355_1647269504328_1314645116_1734388_7719663_n" width="390" height="277" class="aligncenter size-full wp-image-203" /></a></p>
<p>Saya puas telah bermain hampir seharian di pantai ini. Memandangi cakrawala lautan yang tak ber ujung, menghirup udara segarnya, merasakan semilir angin lautnya dan mendengarkan debur ombak yang memang merdu itu sungguh sebuah kenikmatan tersendiri. Berada di alam seperti ini, bisa membuat kita fresh sambil men charge energi. Ditempat seperti ini pula, kita bisa memandang secara jernih problem dunia yang terkadang full of bullshit itu. Alam memang penawar jiwa. Karena disini kita merasa dekat sekali dengan sang pencipta. Antara pencipta dan hasil ciptaanNya hampir menyatu. Itulah mengapa para seniman besar dalam masterpiece nya hampir selalu sesuatu yang ber-tema-kan tentang alam, disamping humanisme dan cinta.</p>
<p>Oh, ada yang mengesankan. Sebelum pulang, kita makan siang di sebuah café di pinggir laut. Menunya udang goreng yang masih fresh. Namanya cafe Regonz. Pemilik café ini orang Semarang bekas kontraktor yang banting setir ke dunia per-café-an.. Orangnya ramah dan suka bercerita panjang lebar tentang eksotisme pantai ini. Dia membujuk kita untuk tinggal sehari lagi karena menurut dia masih banyak yang perlu kita lihat. Cafe miliknya ini ada tempat karaoke nya juga. Saya pun ikut iseng nyanyi-nyanyi lagunya Mariah Carey sebentar sambil menunggu hidangan siap. ;p</p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61708_1647272424401_1314645116_1734391_2005248_n.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61708_1647272424401_1314645116_1734391_2005248_n.jpg?w=390&#038;h=287" alt="" title="61708_1647272424401_1314645116_1734391_2005248_n" width="390" height="287" class="aligncenter size-full wp-image-204" /></a></p>
<p>Ada satu foto besar yang menghiasi dinding tempat karaoke di cafe ini. Foto ini bisa menimbulkan nostalgia yang jauh. Foto ini adalah foto Bung Karno dengan kegagahan uniform kepresidenannya dan tongkat komandonya. Bung Karno dalam foto itu lagi dalam posisi seperti berbisik kepada gadis cantik berambut pirang. Ya, semua orang tahu: dialah Marilyn Monroe. Bintang film simbol seks yang mati bunuh diri justru ketika masih seksi-seksinya. Melihat foto itu kesan yang muncul adalah: siapa yang sebenarnya jago seks? Yang berbisik atau yang lagi dibisiki? Ah, tapi.. sudahlah… ;p</p>
<p>Kepada kita, pemilik café itu cerita kalau suatu saat nanti kepingin mendirikan hotel terapung di pantai ini. Ini bukan hal yang mustahil. Karena topologi pantai disini memang memungkinkan untuk dibangun seperti itu. Jarak 500 meter dari bibir pantai hanya mempunyai ombak setinggi 1-2 meter. Apalagi dia bekas kontraktor, jadi ngomongnya pasti tidak ngawur. Bahkan dia sempat menghayal lebih jauh kalau hotelnya itu nanti akan dilengkapi dengan helipad untuk memudahkan akses. Sebagai orang yang sama-sama menggeluti dunia bisnis, saya tidak boleh menolak mentah-mentah gagasan nya itu. Saya harus menyemangatinya sesekali memberikan ide yang masuk akal biar mimpinya itu terwujud.. -habis-</p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/62703_1647275104468_1314645116_1734393_5175171_n.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/62703_1647275104468_1314645116_1734393_5175171_n.jpg?w=390&#038;h=292" alt="" title="62703_1647275104468_1314645116_1734393_5175171_n" width="390" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-205" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://dimasprasetyo.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasprasetyo.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasprasetyo.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasprasetyo.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasprasetyo.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasprasetyo.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasprasetyo.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasprasetyo.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasprasetyo.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasprasetyo.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasprasetyo.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasprasetyo.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasprasetyo.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasprasetyo.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasprasetyo.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=196&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/10/19/cerita-dari-ujung-genteng-2-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a50af1e75b2de25e7a789c9bab85dd1b?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Prass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61860_1647273504428_1314645116_1734392_93047_n1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">61860_1647273504428_1314645116_1734392_93047_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/60114_1647259264072_1314645116_1734376_2028194_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">60114_1647259264072_1314645116_1734376_2028194_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61328_1647267224271_1314645116_1734382_3357027_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">61328_1647267224271_1314645116_1734382_3357027_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/60283_1647270304348_1314645116_1734389_6857055_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">60283_1647270304348_1314645116_1734389_6857055_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/62503_1647268664307_1314645116_1734385_3760184_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">62503_1647268664307_1314645116_1734385_3760184_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/33635_1647269344324_1314645116_1734387_5538083_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">33635_1647269344324_1314645116_1734387_5538083_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61355_1647269504328_1314645116_1734388_7719663_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">61355_1647269504328_1314645116_1734388_7719663_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/61708_1647272424401_1314645116_1734391_2005248_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">61708_1647272424401_1314645116_1734391_2005248_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/10/62703_1647275104468_1314645116_1734393_5175171_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">62703_1647275104468_1314645116_1734393_5175171_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita dari Ujung Genteng.. ( 1 )</title>
		<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/09/27/181/</link>
		<comments>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/09/27/181/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 18:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimas Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasprasetyo.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Saya suka mencoba sesuatu yang baru. Termasuk ketika ada info ada pantai baru berpasir putih, belum terjamah banyak orang dan katanya eksotis. Namanya saja mencoba, saya siap dengan dua kemungkinan: kekurangan dan kelebihan.﻿ Saya tidak akan komplain kalau saja menemukan kekurangan. Saya sendiri sudah beberapa kali mendirikan usaha, juga selalu mengecewakan konsumen, stake holder dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=181&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/img00957-20100918-0841.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/img00957-20100918-0841.jpg?w=390&#038;h=429" alt="" title="IMG00957-20100918-0841" width="390" height="429" class="aligncenter size-full wp-image-182" /></a>Saya suka mencoba sesuatu yang baru. Termasuk ketika ada info ada pantai baru berpasir putih, belum terjamah banyak orang dan katanya eksotis. Namanya saja mencoba, saya siap dengan dua kemungkinan: kekurangan dan kelebihan.﻿</p>
<p>Saya tidak akan komplain kalau saja menemukan kekurangan. Saya sendiri sudah beberapa kali mendirikan usaha, juga selalu mengecewakan konsumen, stake holder dan banyak orang setiap kali usaha itu mulai berjalan. Lama-lama kekurangan itu dikoreksi dan akhirnya menjadi baik. Dalam hidup pun, kita harus berani melakukan perjalanan. Baik dan jelek. Tanpa perjalanan, tidak akan ada beragam pemandangan dan pengalaman yang bisa diceritakan.. Dan sebuah pribadi yang miskin kisah perjalanan, tentu tidak menarik untuk diajak ngobrol sambil berlambat – lambat minum kopi.. ;p <strong> <span id="more-181"></span> </strong></p>
<p>Kemungkinan kedua, saya akan langsung mengaguminya. Siapa tahu kehebatan pantai ini sama dengan pantai-pantai eksotis diluar negeri sana. Pantai ujung genteng ini merupakan jaringan dari pantai selatan yang langsung menghadap Samudera Hindia yang memanjang dari pulau sumatera sampai papua. Inilah jaringan pantai selatan yang sudah sangat melegenda itu. Konon penguasa pantai selatan ini adalah seorang putri cantik nan jelita dan saktinya bukan main. Sampe-sampe katanya Hotel Bali Beach Inn pun menyediakan kamar khusus buat sang ratu ini di hotelnya. Wuidih.. </p>
<p>Lalu apa yang saya alami ketika di pantai Ujung Genteng ini? </p>
<p>Saya memperoleh dua-duanya. Kekurangannya dan kelebihannya. </p>
<p>Tempatnya memang di ujung. Lebih tepatnya paling ujung barat daya pulau jawa dengan daerah yang masih belum modern. Jadi, jangan mengharapkan akses jalan yang mulus dan lancar seperti Tol Cipularang atau Tol Jagorawi. Tapi rupanya disinilah pemandangan alam yang paling alami bisa kita temukan. Saya mengambil rute Bandung &#8211; Cianjur &#8211; Sukabumi &#8211; Jampang Tengah &#8211; Jampang Kulon &#8211; Surade &#8211; Ujung Genteng. Pemandangan di rute 3 kota pertama biasa saja dan tidak menarik. Rute 4 kota terakhir lah yang menurut saya membuat cukup penasaran dan hutannya sangat indah.<br />
<a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/arah-jalan-ujung-genteng-dari-sukabumi.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/arah-jalan-ujung-genteng-dari-sukabumi.jpg?w=390" alt="" title="Arah-Jalan-Ujung-Genteng-dari-Sukabumi"   class="aligncenter size-full wp-image-183" /></a><br />
<a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/img_0897.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/img_0897.jpg?w=390&#038;h=292" alt="" title="img_0897" width="390" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-184" /></a><br />
Jalannya yang berkelok-kelok dan tidak lebar dengan hutan hijau membentang, membuat saya déjà vu seperti pemandangan yang ada di pembukaan film 3 Idiots yg keren itu. Nah, ketika berada di jalan yang tidak ber hot mix, pikiran saya malah melayang bak berada di negeri Pandora yg ada di film avatar ( hehehe ). Hujan besar yang turut mewarnai perjalanan di rute 3 kota terakhir ini, cukup memicu adrenalin. Tapi bagi yang tahu saya, paling-paling akan nyengir saja. Semakin mendebarkan, maka semakin nikmat.. hahaha..</p>
<p>Saya plong ketika melihat banyak pohon kelapa setelah berkendara 5 jam. Itu artinya, pantai sudah di depan mata. Dan benar saja, belum menginjak kan kaki pun, kita sudah pada terpesona. Saya berhenti di pantai untuk sejenak melihat keindahannya. Tujuan pertama saya ketika sampe adalah cari penginapan. Saya melongok-longok dan ngobrol dengan ibu-ibu penduduk yang ramah itu untuk mendapatkan informasi. Oh, di sana di sebelah kanan berjajar beberapa penginapan. Ada penginapan deddy, penginapan adi, penginapan ujang dan beberapa lainnya.<br />
<a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/15o8nqg.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/15o8nqg.jpg?w=390&#038;h=292" alt="" title="15o8nqg" width="390" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-185" /></a></p>
<p>Saya pilih penginapan yang nyaman dan langsung menghadap laut. Untuk ukuran pantai yang rada jauh dari peradaban, penginapan yang saya tempati ini cukup modern. Bangunannya dari bahan beton dan keramik warna abu-abu dengan cat tembok kontemporer. Kasurnya empuk seperti kasur hotel the view di Dago, dilengkapi AC, TV, ada cermin di sebelah pojok kiri samping persis di depan kamar mandi, klosetnya juga sudah modern pake kloset duduk warna putih dan sudah dilengkapi shower yang bisa di setel tinggi rendahnya.</p>
<p>Di teras depan penginapan ini ada 2 kursi dan 1 meja warna cokelat untuk bersantai sambil memandang laut. Maklum, jarak penginapan ini cuma sekitar 100 meter dari laut lepas. Suara ombak dan semilir angin lautnya masih kerasa. Di depannya lagi, ada gazebo yang kelak malamnya saya gunakan untuk menyantap makan malam pake ikan bawal bakar se-gede bagong dengan bumbu sambel kecap, nasi putih panas dan minumnya teh manis anget.</p>
<p>Malam itu agak gerimis sedikit, jadi saya memutuskan untuk berjalan-jalan dengan kaki telanjang di pantai sekitar penginapan. Tapi dalam kegelapan malam pun masih bisa terlihat kejernihan airnya. Ada beberapa ikan-ikan kecil hilir mudik. Juga ada 2 perahu nelayan yang sedang berlabuh. Tadinya malam itu saya akan melihat penyu, tapi sayang sedang gerimis. Jadi lebih baik dipijit lalu beristirahat untuk besok melihat sunrise dan menjelajahi pantai eksotis ini secara keseluruhan. ;p </p>
<p>Bersambung..<br />
<a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/img00860-20100917-1719.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/img00860-20100917-1719.jpg?w=390&#038;h=292" alt="" title="IMG00860-20100917-1719" width="390" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-186" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://dimasprasetyo.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasprasetyo.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasprasetyo.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasprasetyo.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasprasetyo.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasprasetyo.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasprasetyo.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasprasetyo.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasprasetyo.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasprasetyo.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasprasetyo.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasprasetyo.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasprasetyo.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasprasetyo.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasprasetyo.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=181&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/09/27/181/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a50af1e75b2de25e7a789c9bab85dd1b?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Prass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/img00957-20100918-0841.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00957-20100918-0841</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/arah-jalan-ujung-genteng-dari-sukabumi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Arah-Jalan-Ujung-Genteng-dari-Sukabumi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/img_0897.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_0897</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/15o8nqg.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">15o8nqg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/09/img00860-20100917-1719.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00860-20100917-1719</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JUDGE</title>
		<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/07/29/173/</link>
		<comments>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/07/29/173/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 19:28:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimas Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasprasetyo.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Sambil minum kopi dan menyulut sebatang rokok, teman saya mengajukan pertanyaan kepada saya. Untuk sekedar tahu, teman saya ini cara pandangnya suka nyleneh dan biasanya filosofis.. Maklum.. Disamping seneng filsafat, umurnya juga sudah kepala tiga.. ;p Kalo dia sudah mau cerita, saya biasanya nyruput kopi sambil cengar-cengir saja, sesekali menimpali.. Dan saya tahu, dia itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=173&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/07/4.jpg"><img src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/07/4.jpg?w=250&#038;h=300" alt="" title="4" width="250" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-175" /></a>Sambil minum kopi dan menyulut sebatang rokok, teman saya mengajukan pertanyaan kepada saya. Untuk sekedar tahu, teman saya ini cara pandangnya suka nyleneh dan biasanya filosofis.. Maklum.. Disamping seneng filsafat, umurnya juga sudah kepala tiga.. ;p</p>
<p>Kalo dia sudah mau cerita, saya biasanya nyruput kopi sambil cengar-cengir saja, sesekali menimpali.. Dan saya tahu, dia itu orangnya wagu.. Tapi cara ceritanya mengalir lancar, jujur, dan bagian akhirnya kerap tak terduga. Padangannya tentang sesuatu selalu mencengangkan.. Dan biasanya kalo sudah seperti itu, saya bisa lupa sudah nyruput berapa gelas kopi dan berapa batang rokok sambil ngobrol ngalor-ngidul.. hahaha..</p>
<p>Dia tanya dua pertanyaan yang cukup menarik tapi yang pasti juga menambah kerutan pada dahi saya.. Karena biasanya pernyataannya itu sederhana namun ekstensial..</p>
<p>Dia mulai mendongeng.. <strong> <span id="more-173"></span> </strong></p>
<p>Pertanyaan 1:<br />
Jika kamu mengetahui seorang wanita hamil, yang sudah memiliki 8 orang anak, 3 diantaranya tuli, 2 diantaranya buta, 1 orang keterbelakangan mental, dan wanita tersebut terkena sifilis, Apakah kamu akan merekomendasikan wanita itu untuk melakukan aborsi biar tidak menambah beban hidupnya? Dan wanita itu memang berniat melakukannya..</p>
<p>Sambil saya mikir, dia buru-buru melanjutkan..</p>
<p>Pertanyaan 2:<br />
Sekarang waktunya utk pemilihan pemimpin dunia baru dan hanya suara kamu yang akan dihitung.. Berikut ini adalah fakta dari ke tiga kandidat yang terpilih..</p>
<p>Kandidat A -<br />
Pernah bekerja sama dengan politisi yg tidak jujur dan suka sekali konsultasi dengan astrologis. Dia punya 2 istri.. Dia juga perokok berat dan minum 8 – 10 martini per hari..</p>
<p>Kandidat B -<br />
Dia pernah dikeluarkan dari kerjaannya 2 kali, kalo tidur sampai siang, bekas pengguna opium waktu sekolah dan minum seperempat whiskey tiap malam..</p>
<p>Kandidat C -<br />
Dia adalah pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, dan tidak pernah selingkuh sama sekali..</p>
<p>Kira-kira, Kandidat mana yang akan kamu pilih?</p>
<p>Wkwkwk… (artinya saya tertawa, ini bahasa gaul di Facebook).. Bukan apa-apa.. Sebenernya saya pernah dengar cerita ini, tapi saya agak-agak lupa.. Jadi, saya putuskan untuk mempersilakan dia memaparkan sekalian jawabannya..</p>
<p>Dan&#8230; Dia akhirnya menjawab sendiri..</p>
<p>Kita akan tercengang dengan siapakah kandidat-kandidat itu..</p>
<p>Kandidat A: Franklin D. Roosevelt. (Presiden Amerika)<br />
Kandidat B: Winston Churchill. (PM Inggris)<br />
Kandidat C: Adolf Hitler. (Kanselir Jerman)</p>
<p>Dan yang pertanyaan pertama tadi, anak yang mau di aborsi itu adalah Beethoven (Komposer Besar)..</p>
<p>Saya rasa teman-teman semua sudah tahu nama-nama besar diatas.. Kalo pengen lebih gamblang lagi, monggo.. silahkan menuju sumber dari segala sumber pengetahuan di internet, yaitu Mbah Google.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu apa yang bisa dipetik dari pertanyaan dan jawaban diatas? &#8220;PENILAIAN&#8221;.. Ya.. Penilaian terhadap segala sesuatu..</p>
<p>Dan jujur, saya juga ikut tersindir dengan ini.. Banyak sesuatu yang ternyata saya juga salah duga.. Hal-hal yang dulu saya agung-agung kan ternyata dimentahkan dan sudah tidak relevan lagi.. Banyak yang dulu nya yang saya anggap remeh dan skeptis, ternyata begitu ekstensial.. Saya mengira emas, ternyata kuningan.. Saya kira itu berlian, tapi ternyata cuma pecahan kaca yang secara fisik berkilau..</p>
<p>Waktu , mengubah semua hal.. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak.. Dan sialnya saya harus mengakui hal itu..</p>
<p>Amatir membuat bahtera Nuh.<br />
Profesional membuat Titanic.<br />
Tetapi manakah yg tenggelam?</p>
<p>Itulah mengapa sesuatu yg kelihatannya sempurna belum tentu sempurna, demikian pula sesuatu yg biasa saja bisa menjadi luar biasa.. Perjalanan dan pengalaman lah yang menceritakan semuanya..</p>
<p>Om Mario pernah berseloroh.. Tanpa perjalanan, tidak akan ada beragam pemandangan dan pengalaman yang bisa diceritakan.. Dan sebuah pribadi yang miskin kisah perjalanan, tidak menarik untuk menjadi teman bersantai dan berlambat – lambat minum kopi..</p>
<br />Filed under: <a href='http://dimasprasetyo.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasprasetyo.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasprasetyo.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasprasetyo.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasprasetyo.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasprasetyo.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasprasetyo.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasprasetyo.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasprasetyo.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasprasetyo.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasprasetyo.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasprasetyo.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasprasetyo.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasprasetyo.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasprasetyo.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=173&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/07/29/173/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a50af1e75b2de25e7a789c9bab85dd1b?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Prass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/07/4.jpg?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ADOLF HITLER -IN OTHER PERSPECTIVE-</title>
		<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/05/30/adolf-hitler-in-other-perspective/</link>
		<comments>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/05/30/adolf-hitler-in-other-perspective/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 08:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimas Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasprasetyo.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Di mana-mana sosok Hitler memang digambarkan kejam dan diktator tidak berperikemanusiaan, tapi benarkah itu? ini lah fakta-fakta lain yang mungkin belum semuanya tahu. * Bercita-cita jadi seorang Pelukis/Seniman. Tetapi Ayahnya ingin dia jadi Pegawai Negeri sehingga dia dipukuli terus menerus dan dimasuki ke sekolah akademik dan bukan seni. *Ibunya selalu menginginkan yang terbaik buat Hitler [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=156&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/inge_terboven_on_hitler.jpg"><img class="size-medium wp-image-157 aligncenter" title="Inge_Terboven_on_Hitler" src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/inge_terboven_on_hitler.jpg?w=283&#038;h=300" alt="" width="283" height="300" /></a>Di mana-mana sosok Hitler memang digambarkan kejam dan diktator tidak berperikemanusiaan, tapi benarkah itu? ini lah fakta-fakta lain yang  mungkin belum semuanya tahu.</p>
<p>* Bercita-cita jadi seorang Pelukis/Seniman. Tetapi Ayahnya ingin dia  jadi Pegawai Negeri sehingga dia dipukuli terus menerus dan dimasuki ke  sekolah akademik dan bukan seni.</p>
<p>*Ibunya selalu menginginkan yang  terbaik buat Hitler dan memberikan kasih sayang yang besar untuk  Hitler. <strong><span id="more-156"></span></strong> Ibunya selalu memeluk Hitler sehabis dipukuli ayahnya dan  Sepanjang hidupnya Hitler selalu membawa foto ibunya didalam sakunya  sampai akhir hayatnya.</p>
<p>*Hitler sebenarnya anak yang pandai di  sekolah tetapi dia tidak suka sekolah akademis dan lebih ingin masuk  sekolah seni. Akhirnya dia malas &#8211; malasan dan rapornya mendapatkan  nilai jelek. Ayahnya sangat marah kepadanya dan memukulinya habis &#8211;  habisan. Hitler memutuskan meninggalkan sekolah pada usia 15 tahun  dengan mendapat dukungan ibu nya, dia memutuskan mengadu nasib ke Wina  untuk hidup sebagai seorang seniman.</p>
<p>*Ikut test buat bea siswa di  Universitas seni di Wina, tetapi profesor yang mengujinya bilang dia  lebih cocok jadi Arsitek dibanding Seniman. Sialnya dia tidak diterima  karena dia tidak punya pendidikan Tekhnik yang dibutuhkan.</p>
<p>*Menjadi  gelandangan selama 5 thn, hidup di rumah kumuh di Wina, tinggal bersama  keluarga Yahudi dalam sebuah rumah sempit dengan 6 orang lainnya.</p>
<p>*Menjadi  pelukis jalanan dan menerima makanan sumbangan dari Gereja. Karena  kasihan dengan Hitler seorang Yahudi yang berbisnis jual beli barang  seni bernama Max Rothman mengambil Hitler sebagai pegawainya. Dia  ditugaskan melukis untuk kartu pos dan mendapatkan upah minimum.</p>
<p>*Ketika  PD 1 pecah, dia menjadi Sukarelawan pasukan Bavaria (Prusia) walaupun  dia sebenarnya WN Austria dan bukan Jerman. Dia sebelumnya melamar masuk  menjadi prajurit Austria tetapi di tolak karena tidak lolos tes  kesehatan, laporan kesehatan nya yang masih ada sampai sekarang  menyebutkan bahwa Hitler terlalu lemah untuk membawa perlengkapan  standar militer yang seberat 48 kg saat itu dan berjalan sejauh 5 km.  Dia juga tidak mampu mengangkat &#8220;Riffle&#8221; gun dalam waktu yg lama. Dia  juga disebutkan mengalami malnutrisi karena bertahun &#8211; tahun tidak  mendapatkan gizi yang cukup.</p>
<p>*Ketika Resimennya dikirim ke garis  depan, mereka terkena tembakan Artileri pasukan perancis dan 600 orang  hanya 32 yang selamat dan termasuk Hitler. Dia selamat karena badannya  yang kecil tidak kuat membawa ransel tentara yang besar sehingga  jalannya dibelakang resimennya.</p>
<p>*Karena tubuhnya yang kecil dan  larinya yg cepat, dia mudah melalui parit &#8211; parit pertahanan yang sesak  dan sempit, Hitler ditugaskan menjadi pengirim pesan. Suatu kali  paritnya diserang gas beracun, tetapi Hitler tidak berada ditempat  karena sedang mengantar pesar. Dia terlambat kembali gara &#8211; gara  menyelamatkan seekor anjing Herder jerman yang dibawanya bersamanya.  Selamatlah Hitler dari serangan Gas beracun.</p>
<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/hitlerdm_468x422.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-162" title="hitlerDM_468x422" src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/hitlerdm_468x422.jpg?w=300&#038;h=270" alt="" width="300" height="270" /></a></p>
<p>*Hitler walaupun  tidak disukai oleh sesama prajurit dan karena tubuhnya yang kecil  dibandingkan rata &#8211; rata prajurit Jerman, maka dia sering menjadi bahan  tertawaan. Tetapi keberaniannya diakui oleh para atasannya. Hitler  menerima 6 medali tertinggi untuk keberanian yaitu The Iron Cross. Dia  seringkali harus berlari menghindari tembakan senjata musuh hanya demi  mengirimkan surat kepada komandan di garis depan.</p>
<p>*Suatu kali  juga, Hitler sedang duduk didalam kemahnya bersama prajurit yang lain,  kemudian Anjing Herder itu lepas dan Hitler mengejarnya sambil jatuh  bangun. Prajurit &#8211; prajurit yang lain mentertawakan kejadian itu, dan  Hitler pun kesal. Akhirnya dia menyeret anjingnya keluar untuk di  tembak. Sesaat setelah Hitler keluar dari tenda dan membawa Anjingnya,  Artileri Berat menghantam Kemah itu dan seluruh anggota Pletonnya tewas  hanya tersisa Hitler seorang saja.</p>
<p>*Di akhir PD 1, dia terkena  serangan gas mustard tetapi tidak menewaskan dirinya, hanya membutakan  matanya sementara akibat dia telat menggunakan masker. Dia berlari  kemana anjingnya menuntunnya dan kemudian tersangkut dikawat berduri.  Dia selamat karena menjauhi arah hembusan angin yg membawa gas beracun.</p>
<p>*Dikabarkan  bahwa dokter telah mendiagnosa bahwa Hitler akan buta selamanya seperti  prajurit lain yang terkena gas mustard, tetapi karena Hitler menangis  terus menerus selama beberapa hari ketika mendengar kekalahan Jerman,  hal ini membuat matanya yg masih dibungkus perban menjadi lembab dan  ketika dokter membuka perban itu, Hitler dapat melihat.</p>
<p>*Seorang  Kapten atasan Hitler pada PD1 berkata bahwa Hitler tidak akan mampu  memiliki karir cemerlang dibidang militer karena Hitler tidak memiliki  attribut kepemimpinan dan tidak akan bisa jadi seorang pemimpin.<br />
<a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/hitlersurveysdm_468x326.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-159" title="HitlerSurveysDM_468x326" src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/hitlersurveysdm_468x326.jpg?w=300&#038;h=208" alt="" width="300" height="208" /></a><br />
*Hitler  adalah seorang pemalu, walaupun dia mampu berbicara berapi-api  dihadapan ribuan orang, tetapi dia memiliki kecenderungan untuk canggung  berhadapan 1-1 dengan lawan bicaranya.</p>
<p>*Hitler adalah seorang  Vegetarian (walaupun terkadang dia makan daging, atas saran dokternya),  tidak minum bir atau alkohol (hanya minum Wine sesuai saran dokternya)  dan tidak merokok. Dia sangat Anti-Rokok dan dimana dia berada tidak  boleh ada asap rokok, walaupun dia tidak mengeluarkan larangan untuk  rokok tetapi seperti sudah diketahui umum bahwa tidak boleh merokok di  tempat umum terutama di Berlin dan Munich kalo tidak mau di ciduk sama  SS.</p>
<p>*Hitler menawarkan sebuah jam tangan emas bagi para  bawahannya yang bisa menghentikan kebiasaan merokok mereka. Ketika  Hitler bunuh diri, sebagian besar perwira militer di bunkernya langsung  menyalakan rokok dan menghisap rokok untuk meredakan ketegangan karena  saat itu Berlin sudah dikepung tentara merah Sovyet.</p>
<p>*Hitler  tidak mengijinkan perburuan binatang untuk diambil bulunya, dia  memerintahkan pasukan Nazi untuk menggunakan bahan sintetis sebagai  selimut dan jubah musim dingin.</p>
<p>*Hitler acap kali mengambarkan  proses penyembelihan binatang dan proses pengolahan daging secara  eksplisit dan mengajak agar orang lain tidak memakan daging dan menjadi  vegetarian seperti dirinya.</p>
<p>*Hitler memerintahkan martin borman  untuk membuat rumah kaca khusus sebagai tempat menumbuhkan sayuran dan  buah-buahan untuk di konsumsi Hitler.</p>
<p>*Hitler pernah berkata  bahwa Orang yang lebih dia benci dari Orang Yahudi adalah suami yang  memukul Istrinya/anaknya dan menelantarkan keluarganya. Menurut Dia  orang jenis ini harus di hukum mati.</p>
<p>*Walaupun orang  menganggapnya Diktator yg bisa berbuat apa saja, tetapi Hitler hanya  memiliki uang sejumlah 180,000 Reichmark saja di dalam tabungannya. Itu  semua didapatkannya dari penjualan buku dan gajinya sebagai  Reichchancelor selama 12 tahun. Dia tidak pernah mengambil sepeser pun  uang negara dan menkontribusikan apapun yang dia punya untuk 3rd  Reichnya.</p>
<p>*Hitler sangat mengagumi Mussolini dan menjadikan  Mussolini sebagai Idolanya sampai dia bertemu langsung dengan Mussolini  dan merubah pandangannya soal ini.</p>
<p>*Hitler adalah seorang  Protestant walaupun terlahir dari sebuah keluarga Catholic. Dia  mengidolakan Martin Luther sebagai seorang Reformator sejati.</p>
<p>*Walaupun  sering digambarkan mengenakan seragam militer, Hitler tidak pernah  mengenyam pendidikan militer apapun dan pangkat terakhir Hitler didalam  bidang Militer adalah seorang Kopral.</p>
<p>*Seragam Coklat SA dan  Hitler Youth di rancang oleh Hugo Boss pada thn 1933. Dikemudian hari  Hugo Boss juga mengerjakan pembuatan seragam hitam SS. Hitler sangat  menyukai seragam yang dirancang Hugo Boss dan mereka mendapatkan  sebagian besar kontrak pembuatan seragam Nazi.</p>
<p>*Hitler  menginginkan sebuah mobil &#8220;murah meriah&#8221; bagi rakyatnya, dia  mengambarkan konsep mobil yg diinginkannya diatas selembar kertas tissue  pada sebuah acara makan malam dan diberikan kepada Dr Ferdinand Porsche  untuk membuatnya. Mobil ini dikemudian hari dikenal dengan nama VW  (Volkswagen/mobil rakyat).</p>
<br />Filed under: <a href='http://dimasprasetyo.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasprasetyo.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasprasetyo.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasprasetyo.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasprasetyo.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasprasetyo.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasprasetyo.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasprasetyo.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasprasetyo.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasprasetyo.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasprasetyo.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasprasetyo.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasprasetyo.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasprasetyo.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasprasetyo.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=156&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/05/30/adolf-hitler-in-other-perspective/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a50af1e75b2de25e7a789c9bab85dd1b?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Prass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/inge_terboven_on_hitler.jpg?w=283" medium="image">
			<media:title type="html">Inge_Terboven_on_Hitler</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/hitlerdm_468x422.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hitlerDM_468x422</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/hitlersurveysdm_468x326.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">HitlerSurveysDM_468x326</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A PRODUCTIVE SLACKER -Pemalas yang Produktif-</title>
		<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/05/25/a-productive-slacker-pemalas-yang-produktif/</link>
		<comments>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/05/25/a-productive-slacker-pemalas-yang-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 06:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimas Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasprasetyo.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Kalimat ini menimbulkan banyak pendapat dan pertanyaan. Banyak yang suka. Banyak juga yang bertanya, bagaimana caranya? Ada juga yang menulis bahwa kata-kata ini “gue banget”. Artinya dia memang “pemalas” tapi ingin produktif. How come? Ini sebuah pernyataan yang bertentangan. Bagi yang senang dengan teori paradoks seperti saya, pasti dengan mudah menganggukkan kepala, mengiyakan. Apakah dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=150&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/goal-setting.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-151" title="goal-setting" src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/goal-setting.jpg?w=240&#038;h=169" alt="" width="240" height="169" /></a></p>
<div>
<div>
<p>Kalimat ini menimbulkan banyak pendapat  dan pertanyaan.</p>
<p>Banyak yang suka. Banyak juga yang bertanya, bagaimana caranya?</p>
<p>Ada juga yang menulis bahwa kata-kata ini “gue banget”. Artinya dia  memang “pemalas” tapi ingin produktif.</p>
<p>How come? Ini sebuah pernyataan yang bertentangan.</p>
<p>Bagi yang senang dengan teori paradoks seperti saya, pasti dengan  mudah menganggukkan kepala, mengiyakan.<strong><span id="more-150"></span><br />
</strong><br />
Apakah dengan menjadi rajin otomatis produktif? Belum tentu. Banyak  orang yang bekerja begitu rajin, tapi hasilnya begitu-begitu saja. He’s  going now where. Dengan menganggap diri rajin maka otomatis produktif  adalah tidak tepat.</p>
<p>Barangkali saja ia selama ini “rajin melakukan yang salah”.</p>
<p>Yang dimaksud dengan “malas yang produktif” itu sebenarnya adalah  soal efektifitas.</p>
<p>Less is more, begitu jargon yang sering saya dengar sekarang. Less  work tidak berarti less result kalau dilakukan dengan efektif. More work  tidak berarti more result kalau tidak efektif.</p>
<p>Untuk menjadi pemalas yang produktif, kita harus fokus kepada  pekerjaan-pekerjaan yang efektif dan menghasilkan big impact saja.</p>
<p>Bagi saya, pekerjaan berpikir, berimajinasi, membuat rencana dan  strategi adalah jauh lebih efektif ketimbang “melakukan sesuatu” seperti  menerima telepon, berkeliling Jakarta yang macet, mengurus tetek-bengek  dan sebagainya.</p>
<p>Saya lebih senang duduk tenang mengamati dari jauh ketimbang  terlibat. Dengan begitu saya punya waktu untuk menganalisa dan bertanya,  mengajukan pertanyaan-pertanyaan strategis.</p>
<p>Otak kita jangan sampai terpola dengan rutinitas. Bagi entreprenur,  rutinitas adalah jebakan yang bisa membunuh kreativitas dan inovasi yang  menjadi tulang punggung keberhasilan bisnis saat ini.</p>
<p>Jadi, sebelum terlibat melakukan sesuatu, saya selalu bertanya,  apakah ini strategis untuk saya lakukan? Apakah ini akan menghasilkan  big impact?</p>
<p>Namun, dalam prakteknya jangan gegabah. Di awal bisnis, hal ini belum  bisa dipraktekkan. Saat memulai, kita harus terlibat sepenuhnya dalam  setiap proses, sampai sedetil mungkin. Pertahankan sampai ketemu  “polanya” lalu buat sistim untuk mengotomatisasi dan<br />
menduplikasikannya.</p>
<p>Para ahli manajemen juga menganjurkan hal yang sama dengan istilah  yang berbeda. Stephen Covey menggunakan istilah “first thing first”,  Malcolm Gladwell dengan istilah “tipping point”, Richard Koch paling  senang mengkampanyekan prinsip “pareto 80/20″. Istilah “leveraging” atau  “pengungkit” juga sering digunakan untuk menjadi pemalas yang produktif  ini.</p>
<p>Para pemalas yang produktif pasti menggunakan pengungkit sebagai alat  bantunya. Alat ungkit itu di antaranya adalah: waktu, kapital, sumber  daya, ilmu, skill, pengalaman, teknologi dan sebagainya yang jumlahnya  berlimpah tak terbatas. Namun, daya ungkit yang utama menurut Robert G.  Allen, penulis buku terlaris “Nothing Down” adalah pikiran kita sendiri.  Dari sinilah semuanya bermula dalam bentuk impian, imajinasi dan  keyakinan.</p>
<p>Fred Gratzon dalam buku The Lazy Way to Success menyarankan untuk  mencari keefektifan dengan menemukan yang subtil atau inti dari setiap  permasalahan. Level yang subtil bukanlah di permukaan, tapi justru di  dalam, lebih sederhana dan halus. Ketika yang subtil sudah ditemukan,  penyelesaian masalah yang berat akan jadi lebih mudah dan ringan. Kita  tidak perlu bekerja keras ketika sudah menemukan yang subtil ini.</p>
<p>Semua orang mendapat jatah 24 jam sehari. Tapi kenapa hasilnya  berbeda? Orang yang berhasil pasti menggunakan waktu dan energinya lebih  efektif dan menghasilkan big impact dibandingkan yang<br />
biasa-biasa saja. Mereka sebetulnya adalah para pemalas, pemalas yang  produktif. Para pemalas yang tak ingin waktunya menguap begitu saja  tanpa hasil yang berarti.</p>
<p>(inspirasi #roniyuzirman)</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://dimasprasetyo.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasprasetyo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasprasetyo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasprasetyo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasprasetyo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasprasetyo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasprasetyo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasprasetyo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasprasetyo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasprasetyo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasprasetyo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasprasetyo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasprasetyo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasprasetyo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasprasetyo.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=150&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/05/25/a-productive-slacker-pemalas-yang-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a50af1e75b2de25e7a789c9bab85dd1b?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Prass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/05/goal-setting.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">goal-setting</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>THE BRAVE KID -True Story-</title>
		<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/04/02/the-brave-kid-true-story/</link>
		<comments>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/04/02/the-brave-kid-true-story/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 16:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimas Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasprasetyo.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “PERBUATAN LUAR BIASA”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya kanak-kanak yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=146&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/04/jbclitda.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-145" title="jbclitda" src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/04/jbclitda.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></span></p>
<p>Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “PERBUATAN LUAR BIASA”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya kanak-kanak yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.<strong><span id="more-146"></span></strong></p>
<p>Sejak ia berusia 10 tahun ( tahun 2001 ) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin.</p>
<p>Sejak itu Zhang Da, demikian nama anak itu, hidup dengan sang ayah yang tidak bekerja, tidak bisa berjalan dan sakit-sakitan. Ia masih terlalu kecil untuk memikul tanggung jawab yang berat itu, namun ia tetap berjuang.<br />
Ia bersekolah dengan berjalan kaki melewati hutan kecil. Karena tidak sarapan, diperjalanan itu ia makan daun-daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang ia mencoba memakan sejenis jamur atau rumput, sehingga ia tahu mana yang masih bisa diterima lidahnya dan mana yang tidak. Pulang sekolah, ia bekerja membelah batu-batu besar. Upah sebagai tukang batu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya.<br />
Setiap hari ia menggendong ayahnya kekamar mandi, menyeka dan juga memandikan ayahnya. Ia membeli beras dan membuatkan bubur untuk makan ayahnya.</p>
<p>Segala urusan ayahnya lainnya pun ia yang mengerjakannya sendirian. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengobati sang ayah. Ia pun belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Ia mempelajari bagaimana seorang suster memberikan suntikan. Setelah merasa mampu, ia sendiri yang menyuntik ayahnya.</p>
<p>Ketika acara penganugerahan penghargaan tersebut berlangsung, pembawa acara bertanya apa yang diinginkan Zhang Da ” Apakah uang atau lainnya. Disini ada banyak pejabat, pengusaha, juga ada ratusan juta penonton telivisi, mereka bisa membantu mu!” Namun apa yang dikatakan Zhang Da sungguh mengejutkan siapapun, ia hanya berkata, ” Aku hanya ingin Mama ku kembali!.”</p>
<p>Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah. Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya. Ada anak yang sudah sekolah di SD masih disuapi, dan memakai bajupun masih dibantu.</p>
<p>MORAL:<br />
Potensi anak sering muncul justru ketika ditempa kesulitan, jika langkah anak selalu dimudahkan maka kreatifvitas dan daya juangnya pun tidak akan tumbuh. Oleh karena itu, ada pepatah mengatakan, ” JANGAN MUDAHKAN HIDUP ANAK HARI INI, UNTUK MENYULITKANNYA DI KEMUDIAN HARI.”</p>
<p>Sungguh benar apa yang diungkapkan oleh Jenderal Douglas MacArthur di artikel sebelum ini.. Be brave.. take a risk.. nothing can substitute experience..</p>
<br />Filed under: <a href='http://dimasprasetyo.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasprasetyo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasprasetyo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasprasetyo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasprasetyo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasprasetyo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasprasetyo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasprasetyo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasprasetyo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasprasetyo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasprasetyo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasprasetyo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasprasetyo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasprasetyo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasprasetyo.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=146&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/04/02/the-brave-kid-true-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a50af1e75b2de25e7a789c9bab85dd1b?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Prass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/04/jbclitda.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">jbclitda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUISI SEORANG JENDERAL UNTUK PUTRANYA..</title>
		<link>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/03/02/puisi-seorang-jenderal-untuk-putranya/</link>
		<comments>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/03/02/puisi-seorang-jenderal-untuk-putranya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 11:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimas Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasprasetyo.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Jenderal Douglas MacArthur, Jenderal tersohor dari Amerika Serikat di era Perang Pasifik menulis sebuah puisi untuk putranya yang berumur 14 tahun pada tahun 1952. Semoga puisi ini menginspirasi hidup anda. Salam.. Doa untuk Putraku.. Tuhanku&#8230; Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=129&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><a href="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/03/douglas_macarthur_biography2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-141" title="Douglas_MacArthur_Biography" src="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/03/douglas_macarthur_biography2.jpg?w=124&#038;h=150" alt="" width="124" height="150" /></a>Jenderal Douglas MacArthur, Jenderal tersohor dari Amerika Serikat di era Perang Pasifik menulis sebuah puisi untuk putranya yang berumur 14 tahun pada tahun 1952. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Semoga puisi ini menginspirasi hidup anda. Salam..</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Doa untuk Putraku.. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tuhanku&#8230; </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.  Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.  Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.  Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tuhanku&#8230; </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.  Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. </span><strong><span id="more-129"></span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"> Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.  Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah  namun tak pernah melupakan masa lampau.  Dan, setelah semua menjadi miliknya&#8230;  Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tuhanku&#8230; </span></p>
<p><span style="color:#000000;"> Berilah ia kerendahan hati&#8230;  Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki&#8230;  Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna&#8230; </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata &#8220;hidupku tidaklah sia-sia&#8221;..</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://dimasprasetyo.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasprasetyo.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasprasetyo.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasprasetyo.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasprasetyo.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasprasetyo.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasprasetyo.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasprasetyo.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasprasetyo.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasprasetyo.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasprasetyo.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasprasetyo.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasprasetyo.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasprasetyo.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasprasetyo.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasprasetyo.wordpress.com&amp;blog=4596055&amp;post=129&amp;subd=dimasprasetyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasprasetyo.wordpress.com/2010/03/02/puisi-seorang-jenderal-untuk-putranya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a50af1e75b2de25e7a789c9bab85dd1b?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Prass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasprasetyo.files.wordpress.com/2010/03/douglas_macarthur_biography2.jpg?w=124" medium="image">
			<media:title type="html">Douglas_MacArthur_Biography</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
