THE ROAD NOT TAKEN.. (JALAN YANG JARANG DILALUI)

THE ROAD NOT TAKEN.. ~ Robert Frost

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both,
And be one traveler, long I stood,
And looked down one as far as I could,
To where it bent in the undergrowth.

Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear,
Though as for that the passing there,
Had worn them really about the same.

And both that morning equally lay,
In leaves no step had trodden black,
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh,
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I…
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

Puisi diatas adalah puisinya Robert Frost yang sangat terkenal. Judulnya “The Road Not Taken”. Terjemahan versi saya nya: “Jalan yang jarang dilalui orang”.. Puisi ini bagi saya pribadi sangat menguatkan, bahwa betapa pentingnya sebuah pilihan. Bait-bait puisi terakhirnya itu telah begitu banyak menginspirasi orang luar biasa di dunia ini untuk tampil beda. Tampil beda untuk tidak mengikuti arus orang kebanyakan dalam menggapai kesuksesan. Berani beda dalam mengambil jalan yang biasa dilalui orang kebanyakan. Beda dalam menemukan cara, sudut pandang dan jalan fikirannya, untuk dapat dijadikan sarana mendedikasikan eksistensinya. Beberapa Entrepreneur yang saya kenal, faham betul makna “The Road Not Taken” ini. Terkadang mereka meledeknya dengan kata ini : You laugh at me because I’m different. I laugh at you because you’re all the same.. hahaha..

Robert Frost.. Penyair terkenal Amerika yang lahir tahun 1874 dan wafat tahun 1963. Untuk menghargai karya-karya nya, Presiden Amerika pun, waktu itu Kennedy, sampe-sampe memberikan pidato yang menyentuh pada pembukaan Robert Frost Library: “Ketika kekuasaan menyeret manusia ke arah arogansi, puisi mengingatkan bahwa manusia punya keterbatasan.. Ketika kekuasaan mendangkalkan area kepedulian, puisi mengingatkan bahwa eksistensi manusia itu kaya dan beragam.. Ketika kekuasaan menyimpang, puisi membersihkannya..” Hmmm.. Saya membayangkan seandainya Pak Beye membacakan hal seperti ini saat peresmian Library nya Chairil Anwar atau Rendra, pasti akan sangat mengagumkan sekali. Tapi nampaknya kita diajari untuk tidak terlalu berharap banyak, meskipun mungkin.


Gandhi pun pernah menjentikkan kalimat sakti: “Jadilah seseorang yang paling kamu inginkan di dunia ini!!”.. Akan tetapi, apapun pilihan hidup masa depan itu, barangkali tetap tersisa satu hal yang layak dicatat : Pilihan itu sebaiknya lah didasari oleh Passion.. Ya, passion.. Atau gairah yang membuncah. Atau rajutan tekad yang menghujam di hati. Karena dengan tahu passion dan tujuan hidup yang paling kita inginkan, itu akan menguatkan hati untuk memilih jalan mana yang sesuai dengan spirit kita. Tidak perduli bila hanya kita seorang diri yang melaluinya. Sebab tanpa passion, jiwa hanyalah udara yang hampa, dan raga nampak seperti kerangka yang tanpa makna.

Life is too short my friends, and you know what, setelah itu kita semua akan mati. Sebab itu, mungkin yang tersisa adalah sejumput kesia-sia an jika sepanjang hidup, kita hanya melakoni pekerjaan yang full of bullshit. Dan bukan menekuni pekerjaan yang menjadi passion kita, tempat dimana kita bisa mereguk secangkir kebahagiaan sejati. Tempat dimana kita selalu tak sabar menunggu hari esok tiba – karena setiap hari selalu dihiasi oleh “the beauty of meaningful work and life”.

Kalau kita mau menyelam lebih dalam lagi, kita akan menemukan fakta bahwa di dalam hasrat manusia, ada sebuah kekuatan kerinduan yang bisa mengubah kabut menjadi matahari. Dan, orang yang punya passion selalu percaya bahwa they create their own destiny (tentu dengan restu dari Yang Diatas). Mereka selalu percaya bahwa merekalah yang paling bertanggungjawab untuk merajut masa depan dan nasib hidup mereka sendiri. Bukan orang lain..


Ya, dan tentu saja akan selalu ada kegagalan. Tapi toh dalam lingkaran jatuh dan bangun itu, hidup akan terus dijalankan. Kita terus berproses dan bertumbuh “menjadi manusia”. Becoming a “true person”.. Mereka selalu berprinsip: “Untuk menyelesaikan hal yang mungkin, aku akan kerjakan sendiri. Untuk hal yang sulit, aku akan minta bantuan orang lain. Dan untuk menyelesaikan hal yang tidak mungkin, aku akan minta campur tangan Tuhan”.. Dan sungguh tidak ada tempat untuk terus menerus menyalahkan lagi. Sebab, mengutuk keadaan hanyalah cermin dari sebuah sikap yang tak mau menerima tanggungjawab penuh akan nasib diri sendiri. Seorang optimis memandang pada bunga mawar saja, bukan pada durinya. Seorang pesimis merenungi duri, dan acuh tak acuh pada bunganya..

We MUST know who we are, We MUST know what we want. That’s what I called consciousness of a man..

Dan bait terakhir karya Frost itu, kalau diterjemahkan kira-kira seperti ini :

” Ada dua jalan dihutan, dan aku….
Aku memilih jalan yang jarang dilalui..
Dan itu sungguh mengubah segalanya.. “

Robert Frost ” The Road not taken” (1874-1963)

2 Komentar »

  1. [...] THE ROAD NOT TAKEN.. (JALAN YANG JARANG DILALUI) October 2010 [...]

  2. abu dira syifa Berkata:

    so extremely amazingly keren


{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.