Cerita dari Ujung Genteng.. ( 2-Habis )

Pagi itu saya bangun. Ada suara yang memberitahu dari sebelah kanan kalo ini sudah pagi. Tapi seperti biasanya, susah rasanya untuk beranjak dari tempat tidur di pagi hari. Apalagi kalau harus menanggalkan selimut tebal yang nyaman itu. Doh!! Tapi setelah dengan agak sedikit bersabar mengumpulkan nyawa, akhirnya saya bisa bangun juga. Harapannya satu: Segera menjamah lebih intim keindahan pantai Ujung Genteng ini!!

Karena plesiran ini tanpa persiapan yang matang, saya jadi tak sempat prepare perlengkapan saya sendiri. Bahkan pakaian pun, saya cuma bawa satu celana pendek yang diambil secara acak dari kamar. Itupun celana lungsuran adik saya. Jadilah saya seorang pramuka yang harus pandai mengatur baju di badan agar tetap terlihat good looking dan tidak kumel. Untungnya juga sewaktu mahasiswa, saya hobi naik gunung. Jadi sudah ndak kaget lagi menghadapi keadaan yang minim perlengkapan. Dengan berbekal gambar-gambar tentang keindahan panorama pantai ujung genteng yang di print saat detik-detik sebelum keberangkatan, petualangan pun dimulai..

Sebelumnya, saya menyempatkan diri untuk memesan kopi di warung dekat bibir pantai sembari mengorek informasi. Setelah 5 menit mengobrol, saya baru ngeh kalau yang saya ajak ngobrol ini ternyata orang yang saya kenal waktu masih kerja dulu. Maklum, karena sudah lama tidak bersua, saya pangling. Beliau kebetulan sedang piknik juga bersama anak-anaknya disini. Tapi karena anaknya besok harus siap-siap untuk sekolah, beliau memutuskan untuk pulang pagi ini.

Dari beliau, saya dapat 2 informasi penting. Pertama, informasi tentang jalan ke penangkaran penyu dan pantai pasir putih yang sangat eksotis bernama pantai pangumbahan. Kedua, villa yang berada di dekat pantai sebelah kanan dengan pemandangan indah itu adalah milik seorang dokter gigi yang kebetulan saya kenal dengan baik juga. Beliau juga cerita, kalau bulan lalu, si dokter gigi yang juga putrinya mantan bupati ini, baru saja menjanda!!. Suaminya meninggal di bunaken. Saya jadi teringat, kala dulu sering menemui bu dokter jelita ini, yang kebetulan pernah menjadi rekanan kerja saya. Usia nya masih sekitar 27-an, dandanan nya modis, raut mukanya enak dipandang, cara berfikirnya brilian, dan kalo ngomong, pilihan katanya memukau tapi berbobot. Dan satu lagi, dia itu anggun. ;p. Kepada saya, dia pernah cerita kalau rambutnya yang berombak indah itu di cat dengan Loreal nomor 520 warna Dark burgundy Brown. Ah, andaikan saja saya mendapatkan informasi kalau dia punya villa disini kemarin, pasti tadi malam saya sudah menginap di villa nya itu dengan previllege khusus.. hihihi..

Kembali ke pantai tadi. Setelah melalui sedikit offroad, akhirnya nyampe juga. Nama pantainya pangumbahan. Pantai Pangumbahan ini berjarak kurang lebih 5 km ke arah barat dari pantai Ujung Genteng. Kita akan disuguhi pemandangan tanaman bakau di kanan kiri jalannya. Sekitar 2 kilometer terakhir dari jalanan ini bergelombang dan berlubang. Saat melewatinya, kita akan terasa seperti sensasi naik kora-kora dan halilintar di dufan tapi dengan dosis sedang. Orang mabukan tidak direkomendasikan kesini karena bisa jackpot oleh goyangannya. Pantai pangumbahan ini elok bukan main.


Barangkali, inilah pantai terindah yang pernah saya datangi. Meski kurang sempurna karena sunrise nya sedikit tertutup awan, tapi pantai ini layak direkomendasikan. Pasir putih yang ada di sini sangat lembut. Saya sendiri bisa merasakan sensasi lembutnya itu saat berjalan dengan kaki telanjang. Seperti tertusuk-tusuk bulatan kecil nan halus. Saking lembutnya, katanya kalau di malam hari kita akan mendapati penyu-penyu hijau naik ke pantai ini untuk bertelur. Airnya sangat jenih seperti air yang sudah ter destilasi. Persis di bibir tengah pantai ini, ada satu gunung karang sebesar Toyota Land Rover yang sangat cocok untuk foto-foto.

Dan tiba-tiba saja, saya pengen coba-coba jadi fotografer dadakan. Objek sudah mantap, view sudah dapet, dan beruntung saya punya 2 model yang bisa saya eksplorasi. Untuk sekedar tahu, kedua model yang kebetulan cewek ini memang cukup layak kalau difoto. Dan anehnya, mereka punya kepribadian yang saling bertolak belakang. Yang satu tipe wanita melankolis-plegmatis, satunya lagi koleris-sanguinis. Jadi, pas banget kalau saya mix kan dalam sebuah karya foto. Bak seorang fotografer professional, saya mengarahkan sang model ini dan mengambil angle yang pas. Ambilnya dari angle bawah dengan 2/3 Li, terus sedikit miring kekanan.. Itu sinar mataharinya kena juga sedikit. Dan Jepret!!!

Hasilnya kurang tajam ya? Hahaha..

Maklum, kamera yang saya pake ini cuma kamera BB ber resolusi 3,2 megapiksel dan tanpa pengaturan komposisi fotografi sama sekali. Dan juga, saya bukan fotografer professional sekelas Darwis Triadi, Ken Watanabe atau Jason Statham yang memang sudah terkenal itu. Kamera yang dipake mereka itu kamera kelas DSLR dengan resolusi diatas 10 megapiksel serta serba digital semua. Komposisi fotografi seperti shape, line, form, texture, color dan sebagainya tentu saja bisa diatur sedemikian rupa sesuai selera. Hakikatnya, foto itu adalah eksplorasi dan imajinasi. Namun jiwa yang keluar dari sebuah foto itu adalah milik sang fotografernya sendiri. Untungnya, foto saya ketolong dengan modelnya yang rada eye catching itu. Mereka berdua memang mendeklarasikan dirinya bak Luna Maya dan Julie Estelle. Tapi kualitet nomor dua nya.. wkwkkwk..


Saya puas telah bermain hampir seharian di pantai ini. Memandangi cakrawala lautan yang tak ber ujung, menghirup udara segarnya, merasakan semilir angin lautnya dan mendengarkan debur ombak yang memang merdu itu sungguh sebuah kenikmatan tersendiri. Berada di alam seperti ini, bisa membuat kita fresh sambil men charge energi. Ditempat seperti ini pula, kita bisa memandang secara jernih problem dunia yang terkadang full of bullshit itu. Alam memang penawar jiwa. Karena disini kita merasa dekat sekali dengan sang pencipta. Antara pencipta dan hasil ciptaanNya hampir menyatu. Itulah mengapa para seniman besar dalam masterpiece nya hampir selalu sesuatu yang ber-tema-kan tentang alam, disamping humanisme dan cinta.

Oh, ada yang mengesankan. Sebelum pulang, kita makan siang di sebuah café di pinggir laut. Menunya udang goreng yang masih fresh. Namanya cafe Regonz. Pemilik café ini orang Semarang bekas kontraktor yang banting setir ke dunia per-café-an.. Orangnya ramah dan suka bercerita panjang lebar tentang eksotisme pantai ini. Dia membujuk kita untuk tinggal sehari lagi karena menurut dia masih banyak yang perlu kita lihat. Cafe miliknya ini ada tempat karaoke nya juga. Saya pun ikut iseng nyanyi-nyanyi lagunya Mariah Carey sebentar sambil menunggu hidangan siap. ;p

Ada satu foto besar yang menghiasi dinding tempat karaoke di cafe ini. Foto ini bisa menimbulkan nostalgia yang jauh. Foto ini adalah foto Bung Karno dengan kegagahan uniform kepresidenannya dan tongkat komandonya. Bung Karno dalam foto itu lagi dalam posisi seperti berbisik kepada gadis cantik berambut pirang. Ya, semua orang tahu: dialah Marilyn Monroe. Bintang film simbol seks yang mati bunuh diri justru ketika masih seksi-seksinya. Melihat foto itu kesan yang muncul adalah: siapa yang sebenarnya jago seks? Yang berbisik atau yang lagi dibisiki? Ah, tapi.. sudahlah… ;p

Kepada kita, pemilik café itu cerita kalau suatu saat nanti kepingin mendirikan hotel terapung di pantai ini. Ini bukan hal yang mustahil. Karena topologi pantai disini memang memungkinkan untuk dibangun seperti itu. Jarak 500 meter dari bibir pantai hanya mempunyai ombak setinggi 1-2 meter. Apalagi dia bekas kontraktor, jadi ngomongnya pasti tidak ngawur. Bahkan dia sempat menghayal lebih jauh kalau hotelnya itu nanti akan dilengkapi dengan helipad untuk memudahkan akses. Sebagai orang yang sama-sama menggeluti dunia bisnis, saya tidak boleh menolak mentah-mentah gagasan nya itu. Saya harus menyemangatinya sesekali memberikan ide yang masuk akal biar mimpinya itu terwujud.. -habis-

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.